Santatheresiadepok.sch.id – Sekolah Dasar (SD) Santa Theresia Depok menggelar Pentas Seni (Pensi) dan Art Day 2026 pada Jumat (25/4/26) di halaman sekolah, mengusung tema “Express your talent shine on stage”.
Acara dimulai dengan penampilan anak-anak yang tampil anggun mengenakan busana dari berbagai etnis Nusantara, menciptakan suasana yang penuh warna dan kebanggaan budaya.
Master of Ceremony (Ibu Merina dan Pak Yanto) membuka kegiatan dengan percaya diri dan lancar. Dalam sambutan awal, Ketua Yayasan Yohanes Paulus Depok Simon Zelotes memberikan apresiasi serta dorongan semangat kepada seluruh peserta, terutama anak-anak yang akan tampil.
Selanjutnya, Kepala Sekolah SD Seconingsih Kristiana, M.Pd., menyampaikan sambutan hangat yang diawali dengan pantun. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak yang telah mengikuti ekstrakurikuler selama satu tahun untuk mengekspresikan kemampuan mereka di atas panggung. Ia juga menekankan bahwa semangat seorang atlet bukan hanya tentang bermain dan bersenang-senang, tetapi juga melatih fokus dan konsentrasi.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah mendandani dan mendampingi anak-anak sejak pagi, kepada para siswa yang hadir dan berpartisipasi—termasuk yang sedang sakit agar segera pulih—serta kepada para guru yang telah mempersiapkan kegiatan dengan luar biasa, dan juga dukungan dari pihak yayasan.
Sambutan ditutup dengan pantun yang menghibur, lalu suasana semakin meriah ketika Kepala Sekolah menghibur anak-anak dengan pertunjukan sulap.
Penampilan dibuka oleh Hannah Calysta Tintingon dari kelas 5 yang menyanyikan sebuah lagu sebagai awal rangkaian unjuk bakat. Setelah itu, fashion show siswa kelas 1 dan 2, tampil berpasangan dengan gaya unik yang sukses mengundang tawa dan tepuk tangan meriah.
Ekstrakurikuler tari dari kelas 1–3 kemudian tampil anggun dengan gerakan lembut dan senyum ceria yang memikat penonton. Disusul penampilan paduan suara kelas 1–3 yang menyajikan harmoni suara indah dan kompak.
Ekstrakurikuler karate menampilkan gerakan tegas dan disiplin, meski penonton sempat bersorak karena ekspresi serius para peserta yang seolah “jangan terlalu marah saat tampil”.
Di sela-sela pertunjukan, Gabriel Nathanael Manurung dari kelas 4 membawakan dongeng kreatif berjudul “Sang Kuria Sakti”, yang disampaikan dengan narasi panjang namun hidup berkat ekspresi dan gerakan yang kuat.
Kemudian Acelin dari kelas 5 menampilkan show bahasa Inggris yang menarik perhatian.
Pertunjukan bela diri berlanjut dengan taekwondo yang menunjukkan kemampuan luar biasa, termasuk aksi memecahkan papan dengan tangan dan kaki. Sorotan utama jatuh pada seorang siswi taekwondo yang tampil dominan, bahkan berhasil “mengalahkan” empat lawan laki-laki dalam simulasi duel bertema “perempuan dirampok”, yang disambut tepuk tangan meriah.
Acara dilanjutkan dengan paduan suara (kelas 3-6), lalu tarian dari ekstrakurikuler tari (kelas 3-6) yang tak kalah memukau.
Kelompok mewarnai juga turut tampil di panggung, disusul pembacaan puisi bahasa Inggris oleh Jordi Natanael dari kelas 5. Suasana kembali pecah saat ekstrakurikuler futsal menampilkan aksi juggling bola yang menghibur, dibawakan oleh Benedict Michael Wardhana (kelas 4).
Sebagai penutup, panggung dimeriahkan oleh permainan drum (Steven Gavrilo Hary, kelas 2), solo vokal oleh Luiz Martino (kelas 5), diiring oleh keyboardish hebat Theresia Agustin Panjaitan (kelas 6), serta penampilan piano energik dari pianis populer Theresia Elsa Hediana (kelas 5), yang memukau dengan kelincahan jemarinya.*